text

tak hanya aku yang aku tulis
tak hanya kamu yang kamu baca

12 March 2014

Terdiam



Diam…
Aku hanya bisa terdiam
Diam saat melihatmu
Diam saat ada di dekatmu

Diamku bukan karena aku ingin
Tetapi hanya karena aku takut
Takutku juga bukan karenamu
Tetapi karena aku takut akan aku

Aku dengan perkatanku
Dan juga Aku dengan perbuatanku

Ada jutaan kata yang ingin ku kau dengar
ribuan rasa yang inginku kau pahami
dan banyak permintaan yang inginku kau penuhi
Juga ada satu jawaban yang sangat ingin ku kau berikan
Jawaban yang akan mengubah hidupku
Dan juga mengubah kita

Namun aku hanya bisa terdiam
Aku terpaku saat bertemu denganmu
Seakan mulut ini terkunci  untuk mengucap
Pertanyaan yang terpikirkan terhenti
Terhenti dalam angan ku

Akhirnya hanya rasa sakit yang tersisa
Rasa sakit akan semua pikiran yang terhenti
Rasa sakit akan perasaan yang tak tersampaikan

05 March 2014

Arti dirinya



Seperti mentari
Dia mampu menghangatkan hatiku
Yang sedang dingin membeku

Seperti pelangi
Dia mampu mewarnai hari-hariku
Yang sedang hitam tak berwarna

Seperti angin
Dia mampu menyejukkan batinku
Yang sedang terbakar akan sesuatu

Seperti air
Dia mampu mencairkan aku
Yang sedang marah akan sesuatu

Seperti bintang
Dia mampu memberikan cahaya
Di saat aku terjebak dalam kegelapan

Seperti tanah
Dia mampu memberikan pijakan
Di saat aku sedang lemah tak berdaya

Seperti api
Dia mampu memanaskan aku
Saat aku lihat dia bersama yng yang lain

Sebuah kata cinta takkan mampu
Menjelaskan arti dirinya di hidupku
Sebuah kata sayang takkan cukup
Untuk ku berikan kepadanya

Dia
Lebih indah dari sinar fajar dipagi hari
Lebih indah dari seluruh bunga yang pernah kulihat
Lebih indah dari pelangi yang hadir setelah hujan
Lebih indah dari hijaunya hutan yg terlihat dari ketinggian


Ku ingin memilikinya lebih lama dari siapapun
Ku ingin memeluknya lebih erat dari siapapun
Ku ingin mencumbunya lebih lembut dari siapapun
Ku ingin dia mencintaiku lebih dari siapapun

 

KEPERGIANMU



Terlalu lama sudah dia jauh dariku
Dibandara ketika itu
Adalah yang terakhir kali kami bertemu
Pintu pesawat yang ia masuki
Menjadi gerbang pemisah antara aku dan dia

Terdengar suara menderu meninggalkan bandara
Tersadar separuh dari jiwaku
Juga Pergi meninggalkan ku bersama suara itu
Untuk sementara waktu

Aku terdiam memandangi pesawat itu
Meninggalkan aku dan terus menjauh
Sampai tak kulihat lagi
Aku hanya mampu meneteskan air mata
Berharap secepatnya dia kembali

Namun seminggu setelah kepergiannya
Terputus  semua komunikasi antara aku dan dia
Apapun tentang dia kini tak terdengar lagi
Firasat hati ini pun semangkin tak menentu
Membayangkan hal buruk terjadi padanya

Haruskah aku melangkahkan kakiku
Menemui dia yang ku tak tau dimana
Ataukah aku hanya bisa berdiam disini
Menunggunya kembali menemuiku
Itu adalah dua hal
Yang takkan pernah bisa
Untuk ku lakukan

Inikah takdir yang harus ku lalui
Takdir yang menginginkan kita berpisah
Takdir yang tak bisa kulawan
Takdir yang menjadi akhir dari kisah
Antara aku dan dia

Aku hanya ingin dia tahu
Aku disini masih menunggunya
Mengharapkan dia kembali
Kembali bersamaku lagi