text

tak hanya aku yang aku tulis
tak hanya kamu yang kamu baca

26 March 2015

musikalisasi puisi "aku mimpi dan harapan"

22 September 2014

Kenyataan



Aku pernah menjadikanmu
Sebagai warna yang hadir setelah hujan
menghiasiku dalam hitam putih hidupku
Membuatku menikmati indahnya warna-warni kehidupan

Aku pernah berharap padamu
Untuk menjadi teman hidupku
Menemaniku dikala fajar datang setelah malam
Dan menungguku dikala senja mengakhiri siang

Namun aku tlah tersadarkan oleh waktu
Dibangunkan oleh perasaan
Dan ditertawakan oleh harapan

Aku sekedar gelas kaca di pertokoan
hanya telapak tanganmu saja yang kurindukan

kau terlalu jauh bahkan sangat jauh
aku adalah air di lautan
kamu adalah puncak di pegunungan
dan mentari adalah cintanya
lalu malam adalah waktuku

aku menunggu mentari mengangkat aku menujumu
namun siang takkan pernah kembali
sampai akhirnya aku menyelam ke dasar lautan
karena aku tak ingin lagi harapan menertawakanku

02 May 2014

Bukan Untukku

Masih saja tak sama
Meski beribu kali ku pandang dirinya
Ada saja sesuatu yg berbeda
Berbeda dari wanita yang pernah ku temui
Sesuatu yang tak kan pernah ku mengrti

Sama seperti ketika ku dengar suaranya
Kata-kata sederhana yang terucap dari bibirnya
Mampu membuatku selalu menunggunya

Hanya melihat dan mendengarnya
Cukup hal itu saja
Mampu membuatku merasa indahnya cinta itu
Bagaimana jika aku mampu tuk milikinya
Lengkap sudah hidup yang kan ku jalani

Namun aku hanya bisa memandangnya
Hanya bisa mendengar suaranya
Tanpa bisa memilikinya
Karena dia telah dimiliki
Dimiliki oleh seorang yang lebih dariku

Walau dia indah nan mempesona
Tetap saja dia hanya bisa ku kagumi
Tetap saja dia hanya dia yang tak bisa kumiliki
Dialah wanita terindah yang tercipta bukan untukku

16 April 2014

Kehilangannya



Melalui media mirc (applikasi sosial media yang cukup trend waktu itu) aku berkenalan dengan nya. Dia berada dipulau Jawa sedangkan aku di sini, di Sumatra Utara . jarak yang sangat jauh bagi kami.  Tetapi walau kami berkomunikasi dengan hanya melalui jaringan telepon. Namun aku dan dia merasa kalau kami sudah sangat dekat. Semua hal seperti kesedihan, kesenangan, keluahan, pasangan  dan apapun itu yang aku dan dia lalui setiap hari selalu menjadi obrolan kami sebelum memejamkan mata dan terlelap. Aku dan dia seperti selayaknya seorang adik dan kakak yang terpisah oleh jarak. Dia selalu mengerti apa yang aku rasakan sebaliknya aku pun juga mengerti apa yang dia rasakan. Setiap hari candaannya selalu menjadi warna tersendiri dalam hari-hariku. Bahkan ada suatu ketika dia tiba-tiba menghubungiku sambil menangis. Dia mengeluh betapa dia tidak sanggup ngejalani hubungan dengan pacarnya yang saat itu sangat egois. Dia meminta pendapatku tentang ap yang harus dia lakukan. Aku memberinya nasehat yang sangat sederhana. Hanya dengan nasehat yang sesederhana itu dapat menghiburnya dan membuatnya ceria kembali.
Namun suatu saat ketika aku memiliki pasangan disini. Seperti biasa aku menceritakan semua tentang pasanganku. Dia pun mendukung hubungan kami. Lalu ketika tidak sengaja semu pesan singkatku ke dia terbaca oleh pasanganku, hal itu memicu terjadinya pertengakaran antara aku dengan pasanganku. Puncak dari pertengakaran ini adalah aku harus meninggalkannya,harus menghapus kontaknya, harus menjauhinya. Hal yang paling membuat aku menyesal bahkan sampai sekarang adalah ketika aku tidak menceritakan semuanya ke dia tentang pertengkaran aku dengan pasanganku malahan aku melakukan apa yang di inginkan pasanganku. Masih teringat jelas dalam benakku ketika dia terus menelponku, mengirimiku pesan singkat walau aku tak pernah membalasnya. Dan juga masih teringat jelas di dalam pikiranku pesan singkat terakhir darinya yang memberikan no. ponselnya kepdaku berharap aku mau memberikan kabar untuknya.  Sampai suatu ketika aku disuruh mengubah no ponselku oleh pasanganku. Yang menyebabkan hilangnya kontak antara aku dan dia sampai saat ini.
Kini setelah aku sendiri dan melupakan semua tentang pasangan-pasangan ku yang dulu. Aku kembali teringat dia. Aku merasa sangat kehilangannya. Sudah kemana-mana aku mencarinya. Semua teman di akun media sosialnya telah aku tanyai namun tidak ada yang memberikan aku kejelasan. Aku gak tau harus mencari kemana lagi. Aku benar-benar kehilangannya.


Untuk dia yang berada di sana

Aku masih akan berusaha mencarimu

12 March 2014

Terdiam



Diam…
Aku hanya bisa terdiam
Diam saat melihatmu
Diam saat ada di dekatmu

Diamku bukan karena aku ingin
Tetapi hanya karena aku takut
Takutku juga bukan karenamu
Tetapi karena aku takut akan aku

Aku dengan perkatanku
Dan juga Aku dengan perbuatanku

Ada jutaan kata yang ingin ku kau dengar
ribuan rasa yang inginku kau pahami
dan banyak permintaan yang inginku kau penuhi
Juga ada satu jawaban yang sangat ingin ku kau berikan
Jawaban yang akan mengubah hidupku
Dan juga mengubah kita

Namun aku hanya bisa terdiam
Aku terpaku saat bertemu denganmu
Seakan mulut ini terkunci  untuk mengucap
Pertanyaan yang terpikirkan terhenti
Terhenti dalam angan ku

Akhirnya hanya rasa sakit yang tersisa
Rasa sakit akan semua pikiran yang terhenti
Rasa sakit akan perasaan yang tak tersampaikan

05 March 2014

Arti dirinya



Seperti mentari
Dia mampu menghangatkan hatiku
Yang sedang dingin membeku

Seperti pelangi
Dia mampu mewarnai hari-hariku
Yang sedang hitam tak berwarna

Seperti angin
Dia mampu menyejukkan batinku
Yang sedang terbakar akan sesuatu

Seperti air
Dia mampu mencairkan aku
Yang sedang marah akan sesuatu

Seperti bintang
Dia mampu memberikan cahaya
Di saat aku terjebak dalam kegelapan

Seperti tanah
Dia mampu memberikan pijakan
Di saat aku sedang lemah tak berdaya

Seperti api
Dia mampu memanaskan aku
Saat aku lihat dia bersama yng yang lain

Sebuah kata cinta takkan mampu
Menjelaskan arti dirinya di hidupku
Sebuah kata sayang takkan cukup
Untuk ku berikan kepadanya

Dia
Lebih indah dari sinar fajar dipagi hari
Lebih indah dari seluruh bunga yang pernah kulihat
Lebih indah dari pelangi yang hadir setelah hujan
Lebih indah dari hijaunya hutan yg terlihat dari ketinggian


Ku ingin memilikinya lebih lama dari siapapun
Ku ingin memeluknya lebih erat dari siapapun
Ku ingin mencumbunya lebih lembut dari siapapun
Ku ingin dia mencintaiku lebih dari siapapun

 

KEPERGIANMU



Terlalu lama sudah dia jauh dariku
Dibandara ketika itu
Adalah yang terakhir kali kami bertemu
Pintu pesawat yang ia masuki
Menjadi gerbang pemisah antara aku dan dia

Terdengar suara menderu meninggalkan bandara
Tersadar separuh dari jiwaku
Juga Pergi meninggalkan ku bersama suara itu
Untuk sementara waktu

Aku terdiam memandangi pesawat itu
Meninggalkan aku dan terus menjauh
Sampai tak kulihat lagi
Aku hanya mampu meneteskan air mata
Berharap secepatnya dia kembali

Namun seminggu setelah kepergiannya
Terputus  semua komunikasi antara aku dan dia
Apapun tentang dia kini tak terdengar lagi
Firasat hati ini pun semangkin tak menentu
Membayangkan hal buruk terjadi padanya

Haruskah aku melangkahkan kakiku
Menemui dia yang ku tak tau dimana
Ataukah aku hanya bisa berdiam disini
Menunggunya kembali menemuiku
Itu adalah dua hal
Yang takkan pernah bisa
Untuk ku lakukan

Inikah takdir yang harus ku lalui
Takdir yang menginginkan kita berpisah
Takdir yang tak bisa kulawan
Takdir yang menjadi akhir dari kisah
Antara aku dan dia

Aku hanya ingin dia tahu
Aku disini masih menunggunya
Mengharapkan dia kembali
Kembali bersamaku lagi