Dia …
Kenapa harus dia
Yang menjadi senja di teriknya siangku
Kenapa harus dia
Yang menjadi sinar fajar di gelapnya malamku
Sedangkan aku…
kenapa harus aku
Yang menginginkannya
Disaat dia tidak menginginkanku
Juga yang mengharapkannya
Ketika hatinya dimiliki orang lain
kenapa…
Kenapa dia itu kamu
Menjadi mimpi
Yang tak mungkin jadi nyata
Juga menjadi harapan
Yang sungguh tak mungkin ku capai
Aku dan kamu…
Slalu ku pikirkan
Slalu ku inginkan
Slalu ku bayangkan
Dan slalu ku harapkan
Agar aku dan kamu menjadi kita
Kita yang selalu bersama
Kita yang saling mengingatkan
Dan kita yang saling menjaga
Tetapi ..
Apa sudah Terlambatkah aku
Terlambat saat ku melihatmu
Terlambat ketika aku menemukanmu
Juga Terlambat untuk aku memilikimu
Dan mungkin terlambat untuk tidak
Memiliki rasa ini padamu
Apakah aku salah
Saat aku terlanjur bertemu kamu
Saat aku terlanjur memandang senyumanmu
Saat aku berharap memilikimu
Dan Saat aku menumbuhkan cinta ini
Apakah harapan dan impian
Yang aku pegang sampai detik ini
Adalah suatu yang sia-sia
Sesuatu yang seharusnya
tak pernah ku harapkan
dan tak pernah ku inginkan
kamu yang hadir
disaat aku membutuhkanmu
disaat cahaya yang menerangi hatiku
telah tiada lagi berkasnya
kamu menjadi cahaya
cahaya yang sangat indah
yang tak pernah ku lihat sebelumnya
hati ini ingikan
kamu
bahkan sebelum aku menyadarinya
dan kini aku dan hatiku
telah memilih kamu
untuk menjadi satu-satunya cinta
saat ini besok dan entah sampai kapan
akan terus tumbuh
No comments:
Post a Comment