Aku pernah menjadikanmu
Sebagai warna yang hadir setelah hujan
menghiasiku dalam hitam putih hidupku
Membuatku menikmati indahnya warna-warni kehidupan
Aku pernah berharap padamu
Untuk menjadi teman hidupku
Menemaniku dikala fajar datang setelah malam
Dan menungguku dikala senja mengakhiri siang
Namun aku tlah tersadarkan oleh waktu
Dibangunkan oleh perasaan
Dan ditertawakan oleh harapan
Aku sekedar gelas kaca di pertokoan
hanya telapak tanganmu saja yang kurindukan
kau terlalu jauh bahkan sangat jauh
aku adalah air di lautan
kamu adalah puncak di pegunungan
dan mentari adalah cintanya
lalu malam adalah waktuku
aku menunggu mentari mengangkat aku menujumu
namun siang takkan pernah kembali
sampai akhirnya aku menyelam ke dasar lautan
karena aku tak ingin lagi harapan menertawakanku
No comments:
Post a Comment